Kembali ke Beranda

Splitter Optik

Splitter optik adalah komponen pasif yang berfungsi membagi sinyal optik dari satu input menjadi beberapa output. Dalam jaringan FTTH, splitter memungkinkan satu port OLT melayani banyak pelanggan.

Komponen splitter optik untuk jaringan FTTH
Gambar 1: Komponen splitter optik yang digunakan untuk membagi sinyal dari 1 input menjadi N output pada jaringan FTTH. Jika gambar tidak muncul, pastikan file img/splitter.png tersedia.

Gambar splitter.png tidak ditemukan.
Simpan gambar di folder img/splitter.png

Fungsi Utama Splitter:
  • Membagi daya optik ke banyak jalur
  • Mengurangi jumlah serat yang dibutuhkan dari sentral
  • Menghemat biaya infrastruktur

Rumus Redaman Splitter

Loss = 3.5 + 0.8 × log₂(N)
N = Jumlah output splitter (rasio pembagian)
3.5 = Loss dasar untuk splitter 1:2
0.8 = Loss tambahan per tingkat pembagian

Tabel Redaman Splitter

Rasio Splitter log₂(N) Redaman (dB) Keterangan
1:2 1.00 4.30 dB Loss terkecil
1:4 2.00 5.10 dB Area kecil
1:8 3.00 5.90 dB Paling umum
1:16 4.00 6.70 dB Area menengah
1:24 4.585 7.17 dB Area padat
1:32 5.00 7.50 dB Maksimal GPON

Konfigurasi Splitter

Dalam jaringan FTTH, splitter biasanya ditempatkan di dua lokasi:

Konfigurasi splitter kaskade pada jaringan FTTH
Gambar 2: Contoh konfigurasi splitter kaskade pada jaringan FTTH: ODC 1:8 → Splitter Tambahan 1:4 → 4 ODP. Simpan gambar sebagai img/splitter-config.png

Gambar splitter-config.png tidak ditemukan.

Splitter Kaskade (Tambahan):

Kadang digunakan splitter tambahan di antara ODC dan ODP untuk menjangkau area yang lebih luas. Contoh: ODC 1:8 → Splitter Tambahan 1:4 → 4 ODP.

Total pelanggan = 7 × ODP + (1 × splitter tambahan × ODP)

Jenis Splitter Berdasarkan Teknologi

Referensi: Standar ITU-T G.671 untuk komponen pasif optik.