Fusion Splicing
Fusion Splicing adalah teknik menyambung serat optik dengan cara melelehkan ujung serat menggunakan busur listrik (arc) sehingga kedua serat menyatu. Ini adalah metode sambungan permanen dengan redaman terkecil.
0.01 - 0.10 dB
Sambungan dengan redaman di bawah 0.05 dB dianggap sangat baik.
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas
Cleave Angle
Sudut potongan serat. Ideal: ≤ 0.5°. Semakin kecil sudut, semakin baik.
Core Alignment
Posisi inti serat harus tepat di tengah. Mesin splicer modern menggunakan alignment otomatis.
Kebersihan
Debu atau kotoran di ujung serat bisa meningkatkan redaman. Bersihkan dengan alkohol.
Arc Power
Pengaturan busur listrik harus sesuai dengan jenis serat. Terlalu kuat atau lemah mempengaruhi kualitas.
Cara Membaca Hasil Splicing
- Nilai 0.00 - 0.05 dB → Sangat Baik ✓
- Nilai 0.05 - 0.10 dB → Baik ✓
- Nilai 0.10 - 0.20 dB → Perlu perhatian ⚠️
- Nilai > 0.20 dB → Harus diulang ❌
Nilai -0.02 dB di layar splicer atau OTDR adalah fenomena pembacaan alat, bukan sambungan yang menghasilkan energi. Ini menunjukkan sambungan sangat baik (hampir sempurna).
Yang terpenting adalah nilai absolutnya mendekati nol.
Peran Splicing dalam Jaringan FTTH
Dalam jaringan FTTH, fusion splicing dilakukan di beberapa titik:
- Di Closure: Menyambung kabel feeder ke kabel drop pelanggan
- Di ODC/ODP: Menyambung kabel dari OLT ke splitter
- Di titik perbaikan: Memperbaiki kabel yang putus
Kualitas splicing sangat mempengaruhi total redaman jaringan. Semakin baik splicing, semakin kecil redaman yang dihasilkan.
Contoh Hasil Splicing
Referensi: Standar ITU-T G.652 untuk karakteristik serat optik dan ITU-T G.671 untuk komponen pasif optik.